Thoriqoh Shiddiqiyyah

TENTANG LATAR BELAKANG PEMBANGUNAN GEDUNG AL ISTIQOMATUL ISTIANAH

Istianah dari asal kata “ NASTA’IN” dari ayat “ IYYAKA NA’BUDU WA IYYA KA NASTA’IN” (QS.Al-Fatihah :5), artinya permohonan pertolongan. Jadi Al Istiqomatul Istianah adalah tempat untuk melakukan permohonan pertolongan kepada Alloh Ta’ala oleh warga Shiddiqiyyah.

Di dalam Al-Istianah itulah warga Shiddiqiyyah yang mempunyai persoalan itu secara bersama sama dengan dipimpin Mursyid memohon pada Alloh Ta’ala supaya terbebas dari macam-macam kesulitan yang berat-berat.

TENTANG DESAIN GEDUNG AL ISTIANAH

Bangunan ini menempati tanah seluas lebih dari 1 hektar, dengan kapasitas 6000 orang. Bentuk bangunan ini berupa lingkaran tanpa atap, kecuali bagian tengah untuk Mursyid  yang memimpin do’a  ada bangunan  beratap dan dapat dilihat dari  segala arah, karena pesertanya duduk bershaf-shaf melingkar.

 

 

 

 

 

 

Bangunan tengah berlantai satu berbentuk panggung tinggi, memusat pada tempat duduk bundar di bagian tertinggi rumah panggung tersebut. Bagian luarnya dibatasi dengan dinding melingkar yang dihubungkan oleh jari-jari yang berupa taman ke bagian bangunan tengah sebanyak dua belas jari-jari.

FOTO GEDUNG AL ISTIANAH

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memasuki bangunan Al-Istianah melalui empat pintu bergapura pada empat arah masuk utara, selatan, timur dan barat.
Pintu masuk sebelah selatan berwarna hijau, terdapat tulisan “BISMI”.
Pintu masuk sebelah timur berwarna putih, terdapat tulisan “ALLOH”.
Pintu masuk sebelah utara bewarna merah muda, terdapat tulisan “AR ROHMAN”.
Pintu masuk sebelah barat bewarna kuning, terdapat tulisan “AR ROHIIM”.

Di setiap pintu masuk ada tempat berwudlu, dengan maksud setiap peserta yang masuk ke Al-Istianah harus dalam keadaan suci karena akan ber do’a memohon pertolongan pada Alloh Ta’ala.