Thoriqoh Shiddiqiyyah

 

SERUAN MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH  TENTANG ZAKAT FITRAH

 

Oleh Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi

Pusat Losari Ploso Jombang Jawa Timur

 

 

 

Bismillahirrohmanirrohiim.

Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

 

Qola Syair :"LAISAL ‘IEDU MAN LA BISAL JADIEDA, INNAMAL ‘IEDU MAN ATHO’AHU YAZIEDDU".

Artinya : "Bukan dinamakan LEBARAN orang yang memakai pakaian yang baru, sesungguhnya LEBARAN itu orang yang ta’atnya selalu bertambah".

 

Para Jam’iyyah Shiddiqien,

  1. Kita sama-sama mengalami langsung bagaimana pedihnya perut kita di waktu lapar sehari. Bagaimana hausnya kerongkongan kita di waktu tidak minum sehari. Dan Kita telah mengalami langsung betapakah gembiranya rasa hati kita di waktu kita mengerjakan berbuka, karena waktu itulah laparnya perut kita dan keringnya tenggorokan kita akan lenyap. Di waktu berbuka puasa Rosululloh SAW. Berdo’a: " ALLOHUMMA LAKA SHUMTU WA’ALAA RIZQIKA AFTHORTU DZAHABADH DHOMA-U WABTALATIL ARUUQU WA USTBITAL AJRU INSYAA ALLOH"                 (Rowahu bukhori wal Muslim). Artinya : Ya Alloh, karena ENGKAU lah aku berpuasa, dan dengan rizqi pemberian-Mu lah aku berbuka. Dahaga telah hilang dan urat-urat telah minum. Dan mudah-mudahan ganjarannya ditetapkan. Insyaa Alloh.

     

Para Jam’iyyah Shiddiqien,

  1. Hendaklah kamu benar-benar pandai mengadakan kias atau perbandingan. – Betapakah pedihnya perutnya orang yang fakir miskin yang tidak makan sehari, dan betapakah keringnya kerongkongan si fakir miskin yang tidak minum sehari. Mungkin laksana pedihnya kita waktu kita mengerjakan PUASA. Dan alangkah gembiranya si Fakir Miskin apabila menerima apa-apa dari kita waktu menjelang hari LEBARAN, mungkin laksana gembiranya hati kita waktu mengerjakan BERBUKA.

  2. Oleh sebab itu, wahai seluruh JAM’IYYAH SHIDDIQIEN, KELUARKAN ZAKATMU, a). Berikanlah kepada fakir miskin agar di waktu hari Lebaran mereka itu ikut mengalami kegembiraan. b). Apabila ada kelebihan uang di tanganmu, berilah mereka sekedar kemampuanmu. c). Apabila ada kelebihan pakaian yang kamu sendiri masih suka memakainya, berilah mereka itu akan pakaianmu. Janganlah memberikan pakaian kepada orang lain yang sekiranya kamu sendiri tidak mau memakainya. Karena pemberian yang semacam ini, bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an. Alloh berfirman, " LAN TANAALUL RIRRO HATTAA TUNFIQUU MIMMA TUHIBBUUN" , Artinya : Tiadalah kamu akan mencapai kebaikan sehingga kamu menafkahkan sesuatu yang kamu sukai.

  3. Saya yakin , para JAM’IYYAH SHIDDIQIEN tidak akan sampai hati apabila di dalam waktu HARI RAYA mengetahui ada orang fakir miskin tak ada yang dimakan, pakaiannya compang-camping, badannya kurus. Bisakah kita akan makan dengan hati yang tentram di HARI RAYA INI, sedangkan mata kita sendiri tahu ada orang yang kelaparan ?. Bisakah kita akan berpakaian yang baru dengan hati yang riang gembira, padahal mata kita tahu sendiri ada orang yang badannya telanjang, karena tak ada sehelai kainpun untuk menutup aurat-nya ?. Seandainya ada di antara JAM’IYYAH SHIDDIQIEN yang sampai hati sebagaimana yang MURSYID utarakan di atas, sedangkan MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH tahu, pastilah perasaan USTADZ atau MURSYID akan terasa remuk atau terasa sobek-sobek laksana daun disobek oleh ulat. JAM’IYYAH SHIDDIQIEN, Janganlah sampai memberati hati MURSYID yang sekarangpun telah mengandung keberatan. Insyafilah, bahwa tanggung jawab MURSYID itu sangat berat di sisi HADLIRAT RUBUBIYYAH. " YAA… ALLOH,…. YA ROBBI,…. YA ROHMAN….., YA ROHII….., YA KARIIM…." Seandainya di antara para JAM’IYYAH SHIDDIQIEN ada yang masih membiarkan anak yatim piatu, membiarkan orang fakir dan miskin, Itu bukan karena Mursyid tinggal diam tidak menyampaikan seruan di tentang "URUSAN MENOLONG HAMBA-MU YANG DHOIF", Mungkin karena seruan Mursyid lah yang tidak berjiwa , sehingga tidak diterima oleh jiwa di antara JAM’IYYAH SHIDDIQIEN. Atau mungkin diantara JAM’IYYAH SHIDDIQIEN LAH YANG MASIH TERTUTUP KABUT. Akan tetapi ENGKAU lah yang MAHA MENGETAHUI……….. Oleh sebab itu , Ampunilah dosa MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH yang sangat banyak ini. Dan jadikanlah para JAM’IYYAH SHIDDIQIEN semuanya agar menjadi orang yang sedia menerima HIDAYAHMU. Amien yaa Robbal ‘Alamien. WASSALAMU ‘ALA MANITTABA’ALHUDAA.

 

MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH

KYAI MUCHAMMAD MUCHTAR MU’THI

 

Ploso, 13 Bulan Romadlon 1393H/ 18 Oktober 1973

Diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah Pusat

Pusat:Losari Ploso Jombang Jawa Timur

12 Syaban 1404H